Manado Seorang nelayan di Manado, Djohny Kantale (56), tewas tenggelam saat melaut di Pantai Sawang, Kecamatan Wori, Kabupaten Minut. Diduga, Djohny jatuh dari perahu saat menebar pukat, lantaran ia mabuk keras.
Djohny ditemukan pada Jumat (23/3/2012), hanya memakai celana dalam dengan sejumlah luka goresan. Jasad Djohny mengambang sekitar 200 meter dari bibir pantai dekat perahunya yang ditambat.
"Ditemukan hanya kelihatan kepala dan rambut saja sekitar dua meter dari perahu," ujar Yohanis Kantale, warga yang menemukan jasad Djohny.
Yohanis menceritakan, jasad korban ditemukan setelah istri Djohny memintanya bersama Sam Wilar untuk mengecek keberadaan suaminya. Sebab, biasanya Djohny sudah pulang ke rumah di saat subuh hari.
"Biasanya shubuh sudah pulang, karena itu istrinya suruh mengecek jam 6 pagi tadi," kata Yohanis.
Yohanis dan Sam lalu menuju pantai tempat korban mencari ikan, tapi hanya menemui perahu yang kosong terombang-ambing gelombang. Setelah mencari-cari, Jasad korban lalu ditemukan.
Sementara itu, Kapolsek Wori, Iptu A.R Fauzy menduga, Djohny terjatuh dari perahu saat menebar pukat lantaran saat melaut ia di bawah pengaruh minuman keras.
"Keterangan istrinya, sebelum melaut dipastikan suaminya sedang mabuk keras," kata Fauzy.
Fauzi mengatakan, polisi telah melakukan visum terhadap korban. Otopsi tidak dilakukan karena pihak keluarga menolak.
"Mereka menganggap ini kecelakaan murni, karena korban sering melaut sendirian saja," pungkasnya.
Kematian Djohny, ditangisi oleh istirnya Ritni Tatuil. Ritni menyayangkan suaminya yang nekad melaut, padahal dalam keadaan mabuk.
"Saya sudah larang dia ke laut karena mabuk, tapi dia bersikeras sampai-sampai kami bertengkar," aku Ritni. Ibu dua anak ini hanya bisa menangis dan meratap di depan jasad suaminya.

0 komentar:
Posting Komentar